Senin, 20 November 2017

Pelangi Dawah Ke Pulau Tetangga Singapoer

Oleh : Ustadz Ardiansyah Al Muqri (Alumni Institut Khourtum Sudan)

Pulau Gara adalah salah satu pulau yang terletak di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, KEPRI. Pulau yang luasnya sekitar 50 hektar ini berdekatan dengan pulau Lingka dan pulau Bertam bahkan bisa melihat megahnya Negara tetangga (Singapoer) hanya dengan mata telanjang,pulau ini cukup dekat dengan keramaian,dari Pandan Bahari Tanjung Uncang  hanya 45  menit perjalanan kesana,namun sampai di pulau sana saya merasakan seperti di ujung dunia karna kurangnya pemerataan pembangunan,air minum yang bergantung ke Batam,Air bersih menunggu hujan,anak anak terpaksa tak sekolah jikalau laut tak bersahabat karena terkendala transportasi,namun demikian pemerintah memberikan perhatian dengan membangunkan rumah suku laut di sana,jembatan,beasiswa,pembangunan Mesjid,datangnya bansos serta bantuan dai dan memang mayoritas pendduduknya muslim,dimana di pulau Gara ada 80 kk,walau di rasa tetap harus di tingkatkan lagi

Pun bukan berarti pergerakan kristenisasi tidak kencang, bahkan saya dengan rombongan dai melihat sebuah pulau yang letaknya tak jauh nampak bangunan gereja yang megah, kabar dari warga di pulau tersebut cuma ada 12 kk muslim padahal dulunya adalah mayoritas muslim.

Perjalanan ini mengajarkan kepada saya :

1.Dawah Merupakan Kewajiban Setiap Pribadi Muslim

Rosulullah Sollahu Alaihi Wassalam Bersabda :

بلغوا عني ولو أية
Artinya : Sampaikan dariku walau hanya satu ayat

juga Firman Allah Ta'la :

ومن احسن قولا ممن دعاإلله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين
Artinya :
“Siapakah yang lebih baik perkataanya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata : Sesungguhnya aku termasuk orang orang yang berserah diri?” (QS. Al Fushilat : 33)

dan tentunya dawah yang paling berat adalah dawah kepada diri kita sendiri karna kunci kesuksesahan berdawah adalah keiklasan dan keistiqomahan sang dai itu sendiri,lalu kemudian dawah kepada keluarga,saudara,kerabat dan masyarakat luas.


2.Perlunya Management Dawah Yang Terintegrasi

Ada sebuah ungkapan
"Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir"
 ( ﺍﻟﺤﻖ ﺑﻼ ﻧﻈﺎﻡ ﻳﻐﻠﺒﻪ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﺑﻨﻈﺎﻡ )


Ucapan ini pernah ditanyakan kepada syaikh salim al-hilali, beliau menjawab:
"Perkataan ini tidak shahih dari Ali bin Abi Thalib. Itu hanya dibuat-buat, Agama kita merupakan agama yang teratur. Seandainya kita mau mempraktekkan agama Islam secara benar sesuai yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabatnya, kita akan merasakan bahwa kita diatur. Adapun bila kita membuat aturan-aturan yang baru, yang kita tegakkan wala’ dan bara’ (loyalitas dan berlepas diri), sekalipun dibangun di atas bai’at-bai’at yang banyak, semua itu bukanlah termasuk agama Islam secuilpun. Kita merupakan umat yang diatur dengan agama Islam. Muhammad bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dialah yang membangun pondasinya.
pesan yang ingin kita sampaikan adalah benar adanya dawah memang harus terkondisikan,tekomunikasikan dan teratur sebagimana kita bisa mengambil pelajaran dari maha guru dawah yaitu Rosulullah sollohualaihi wassalam dan para sahabat yang di ikuti kemudian oleh para ulama.

3.Perlunya Pengiriman Dai

Jika seseorang sakit badannya maka harus segera di bawa kedokter sebelum parah,atau jikalau seseorang merasa lapar atau dahaga demikian juga harus segera makan atau minum untuk menghilangkannya,ketahuilah kebutuhan agama itu jauh lebih penting dari seorang dokter dan dari makanan ataupun minuman,karena andai kata tiada dokter dan tiada makanan atau minuman resikonya hanya kematian,berbeda dengan seseorang yang tidak tahu  agama resikonya jauh lebih dalam dari itu,bisa saja datangnya serbuan pemahaman yang sesat bahkan  mungkin saja seseorang menjadi ragu terhadap agama islam yang puncaknya menyebabkan keluar dari islam, wal'iyadzu billah.
oleh sebab demikian duta duta dai adalah sebagai penerang,penyelamat aqidah,pengayom,penuntun ummat di tempat-tempat terpencil,kita juga patut bersyukur di Pulau Pulau sekitar Batam ini adanya dai-dai di bawah naungan AMCF,DDII,LAZ NURUL ISLAM dan LAZ Mesjid Raya Batam yang begitu amat dirasakan oleh masyarakat hiterland.


4.Mendesaknya Kaderisasi Dai Anak-Anak Pulau

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻟِﻴَﻨْﻔِﺮُﻭﺍ ﻛَﺎﻓَّﺔً ﻓَﻠَﻮْﻟَﺎ ﻧَﻔَﺮَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻓِﺮْﻗَﺔٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔٌ ﻟِﻴَﺘَﻔَﻘَّﻬُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻭَﻟِﻴُﻨْﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﻮْﻣَﻬُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺟَﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺤْﺬَﺭُﻭﻥَ

Artinya:
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Attaubah : 122)

Dalam ayat ini, Allah swt. menerangkan bahwa tidak perlu semua orang mukmin berangkat ke medan perang, bila peperangan itu dapat dilakukan oleh sebagian kaum muslimin saja. Tetapi harus ada pembagian tugas dalam masyarakat, sebagian berangkat ke medan perang, dan sebagian lagi bertekun menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama Islam supaya ajaran-ajaran agama itu dapat diajarkan secara merata, dan dakwah dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan bermanfaat serta kecerdasan umat Islam dapat ditingkatkan.
Orang-orang yang berjuang di bidang pengetahuan, oleh agama Islam disamakan nilainya dengan orang-orang yang berjuang di medan perang. Dalam hal ini Rasulullah saw. telah bersabda:

ﻳﻮﺯﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﺪﺍﺩ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺪﻡ ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ
"Di hari kiamat kelak tinta yang digunakan untuk menulis oleh para ulama akan ditimbang dengan darah para syuhada (yang gugur di medan perang)".

Alhamdulillah untuk Kota Batam  Pesantren pesantren tidak terlalu sulit di temukan dengan beragam coraknya,namun cukup di sayangkan adalah cukup mahalnya biaya pesantren di Batam dan kurang perhatiannya untuk kaderisasi beasiswa anak anak pulau,


5.Perlunya Bantuan Cukup Untuk Dai yang di tugaskan

Bantuan bisa berbentuk sandang pangan,rumah,kendaran dai dan yang tak kalah penting adalah pelatihan  untuk peningkatan mutu dai tersebut

6.Pentingnya Dawah Dengan Adab Dan Kelembutan

Adab dan kelembutan dalam segala hal adalah sebuah keniscayaan apalagi dalam berdawah,seorang dai harus merangkul bukan memukul,menarik bukan terus mengkritik,mencintai bukan membenci,bersabar bukan tergesa,pemaaf bukan pendendam dan bukan membebani tapi untuk berbagi

Allah Ta ala berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِّﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
Artiny : Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”
(Al-Anbiya’ 107)

Firman Allah Ta'ala yang lain :

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰٰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ۖ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ۚ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An nahl :125)

Firman Allah Ta’ala kepada nabi Musa  dan nabi Harun Alaihimassalam

ﺍﺫْﻫَﺒَﺂ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﺇِﻧَّﻪُ ﻃَﻐَﻰ {43} ﻓَﻘُﻮﻻَ ﻟَﻪُ ﻗَﻮْﻻً ﻟَّﻴِّﻨًﺎ ﻟَّﻌَﻠَّﻪُ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ ﺃَﻭْ ﻳَﺨْﺸَﻰ
Artinya : Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah malampaui batas,
maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut semoga ia ingat atau takut". (QS. Thaha : 43-44)

"Pulau Gara 17-11-2017"

About the Author

Nuhajat

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

Posting Komentar

 
Pesantren Royatul Qur'an © 2017 - Designed by Templateism.com | Distributed By Blogger Templates